Senin, 20 April 2015

Tentang Namaku


Tidak ada yang salah dengan namaku. Ayahku Tercinta membuatkan nama untukku tentunya tidak keliru. IMAM SUHADI. Ya, itulah namaku yang sampai hari ini tidak pernah aku ganti.

Pernah terpikir olehku, apa arti namaku?

Pada suatu kesempatan aku membuka beberapa kamus bahasa dan aku menemukan beberapa arti dari namaku. Lumayan, cukup keren juga arti dari namaku pemberian dari Ayahku Tercinta.

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, IMAM SUHADI itu terdiri dari kata IMAM dan SUHADI. IMAM artinya Pemimpin, dan SUHADI berasal dari kata SUHAD yg artinya Tidak Bisa Tidur, mendapat imbuhan I yang memiliki arti bangsa atau jenis atau golongan, seperti halnya Nabati (Golongan Tumbuhan) atau Hewani (Golongan Binatang). Maka SUHADI artinya golongan yang tidak bisa tidur.

Dengan demikian IMAM SUHADI artinya Pemimpin Golongan Orang Yang Tidak Bisa Tidur.
Pantesan aja.. kegiatanku seringkali menghabiskan waktu tidurku sehingga aku tidak bisa tidur. Rupanya tidak salah Ayah Tercinta memberiku nama.

Menurut Kamus Bahasa Arab, IMAM SUHADI berasal dari Kata IMAM dan SYUHADI. IMAM artinya Pemimpin, dan SYUHADI berasal dari kata Syahada yang artinya menyaksikan/melihat/menonton. Kemudian kata Syahada diubah menjadi isim fa'il Syahid yg mempunyai arti Orang yg menyaksikan/melihat/menonton. Kata Syahid kemudian ditashghir menjadi Syuhad yang mengandung arti kelas rendah. Jadi, Syuhad itu Penonton Kelas Rendah atau lebih tepat disebut Penonton Kelas Teri. Kemudian mendapat imbuhan ya' nisbat yang memiliki arti golongan, sehingga menjadi Syuhadi yang memiliki arti golongan penonton kelas teri. Ringkasnya, IMAM SYUHADI artinya Pemimpin Penonton Kelas Teri.

Pantesan, aku sering mengomentari apa pun yang aku lihat. Ya, namanya juga penonton. Wajar saja kalo banyak mengomentari, walaupun dia sendiri tidak bisa melakukannya. Apalagi IMAM SYUHADI itu Pemimpinnya Penonton Kelas Teri.

Hebat Juga Ayahku memberikan nama.. Ha..ha.ha..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog